Ketika Senja Menjelang

Ketika senja menjelang, terlihat sekelompok pemuda dengan berpakaian setengah rapi, bergotong royong memikul perlengkapan “manggung”. Mereka berjalan menuju ke utara hotel Borobudur di perempatan Jombor. Wajah ceria dan penuh semangat terlukiskan di raut mereka, walaupun memikul perkakas-perkakas musik sederhana.

Sambil bercanda, mereka menyiapkan posisi masing-masing serta mengambil ancang-ancang untuk mengais rejeki di warung bakmi Jombor, “sek kita latihan dulu, buat pemanasan” tungkas seorang dari mereka, berbadan besar, berkulit hitam namun memiliki suara yang lembut .

Ketika musik dimainkan dalam bar kedua, melantunlah  lagu:

“Mau dibawa kemana hubungan kita
Jika kau terus menunda-nunda dan
Dan tak pernah nyatakan cinta
Mau dibawa kemana hubungan kita
Ku tak akan terus jalani
Tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku

Tak perlu kau tanya lagi
Siapa pemilik hati ini
Kau tahu pasti dirimu

Tolong lihat aku
Dan jawab pertanyaanku”

Dilantunkan dengan karakter suara “serak-serak basah”, tergelitik hati membuat penasaran semua pengunjung bakmi  jombor, mata melirik, mencari tahu siapa mereka, dan ternyata dengan  penuh menghayatan seaakan ingin memberikan artikulasi yang hidup kepada pendengarnya, seorang remaja  bertubuh kecil  itu yang menjadi sumber dari suara yang melantunkan lagu yang dipopulerkan oleh Armada Band.

Begitulah keseharian yang dilakukan oleh personel Rumah Pondok Gila (RPG), mereka yang di gawangi oleh Amir (Gitar), Tio (Vokal+kencrung), Fajar (Jimbe/Tam-tam) dan Rian (Bass Betot), memiliki base camp tepat di samping Hotel Melati, kira-kira 100 m selatan perempatan jombor. Setiap harinya mereka “manggung” di Bakmi Jombor dari  pukul 18.00-11.00. kehidupan mereka sekarang mulai berubah dari ketika belum bergabung dalam RPG.

Fajar, misalnya, selama 3 tahun menghabiskan hidup di perempatan jombor dengan mengamen dan tidak pernah pulang ke rumah. Ketika ia menyadari mimpinya sebagai seorang musisi, dia mengarahkan hidupnya kepada mimpinya. Fajar meninggalkan jalanan dan kembali ke rumahnya.” jadi setelah selesai manggung  yo.. pulang kan dah jadi anak rumahan” katanya. Begitu juga dengan tiga punggawa yang lain. Mereka sekarang musisi malam hari, bekerja menghibur pengunjung kafe di malam hari, dan tidur nyenyak di siang hari. ^_^

Mau lihat cuplikan video aksi mereka? Ini dia

Post a new comment