Lari Maraton

“Jadi sudah berapa anak yang sudah berhasil ditangani Dreamhouse?”

Ah, saya selalu sulit menjawab pertanyaan seperti ini. Pertanyaan tentang statistik dan angka-angka. Saya mengerti bahwa ukuran keberhasilan sebuah karya memang dilihat dari angka-angka seperti itu. Tetapi ketika ditanyakan, berapa anak jalanan yang sudah ditangani, saya selalu sulit menjawab, karena saya bingung dengan definisi kata “ditangani”.

Ada yang sudah merasa “menangani” ketika dia bisa memberi makanan kepada anak jalanan, atau melakukan bakti sosial bagi anak jalanan. Biasanya ini dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan. “Dalam semalam kami berhasil menangani 500 anak, dengan cara memberikan makan malam gratis kepada mereka.” Ada juga yang merasa sudah “menangani” ketika telah berhasil menjalankan sebuah program dengan mereka. “Kami sudah berhasil menangani 100 anak, yang kami berikan penyuluhan tentang bahaya menghirup lem aibon!”. Ada juga yang menghitung berapa jumlah anak yang tidur di rumah singgahnya, sebagai jumlah anak yang telah “ditangani”. Kepada semua yang di atas itu, saya dengan tulus harus mengucapkan selamat. Secara statistik, mereka memang pantas menerima ucapan selamat.

Lalu, bagaimana kami mengukur keberhasilan kami “menangani” anak jalanan? Memang kami mempunyai data lengkap tentang anak-anak yang kami kenal di jalanan. Mereka yang kami kunjungi dalam Street Contacting dan mereka yang sudah tinggal di Hope Shelter, semuanya tercatat dalam database kami. Bahkan data dari street contacting wajib dibaharui setiap 3 bulan. Kami juga melakukan program-program berdurasi pendek (short term) dengan anak-anak. Akan tetapi, di Dreamhouse kami menaruh perhatian yang sangat besar pada pribadi-pribadi. Model “penanganan” kami ini adalah menganggap bahwa setiap anak adalah pribadi yang unik. Oleh karena itu setiap anak harus didekati dengan cara yang berbeda.

Dengan model seperti ini, kami sadar bahwa untuk mencapai sebuah angka yang “bisa dipamerkan” akan membut uhkan waktu yang lama. Jika diibaratkan dengan lomba atletik, kami adalah pelari maraton dan bukan sprinter. Dibutuhkan endurance yang prima, untuk bisa mengikuti lomba lari maraton itu. Demikian juga dengan penanganan yang kami lakukan. Dibutuhkan daya tahan dan keteguhan hati, sampai kami melihat hasil yang nyata dari setiap pribadi yang kami dampingi.

Jadi, berapa banyak yang sudah berhasil ditangani? Tidak ada angka yang menghebohkan, tetapi kami bisa katakan, setiap pribadi yang kami tangani, tidak pernah ditangani dengan asal-asalan. Ah, saya berdoa, semoga kami terus bisa demikian.

::

Tags: , ,

One Response

  1. Timothy says:

    You are absolutely right.
    We are running marathon.
    People who we take care of, need time to stand alone.
    And it is not just one or two days or one or two months.
    It takes several years for them.
    And during those years, we have to stay with them, watching, encouraging them with our heart, hand and prayer.
    You have been doing great job there in these years.

Post a new comment