Modal Hati dan Dengkul
Entah berapa banyak orang yang telah bertanya kepada saya, dengan modal apa kami menjalankan LSM ini, Dreamhouse dan program-programnya. Kebanyakan menduga bahwa kami terhubung dengan lembaga donor asing yang menggelontorkan fulus dalam jumlah yang besar kepada kami. Ah, seandainya demikian adanya.
Pertanyaan seperti ini bukan hanya datang dari para ‘pengamat’ atau ‘peneliti’ saja. Terkadang anak-anak yang kami dampingi pun menanyakan hal yang sama. Mereka penasaran, apakah kami memang punya uang yang banyak, sehingga kami mau berbagi dengan mereka, dengan mengadakan program-program yang kelihatannya menghabiskan banyak uang. Mereka ingin tahu, dengan modal apa dan dari mana, kami melakukan semua ini.
Ah, modal kami yang pertama adalah hati. Hati yang mensyukuri semua rahmat yang kami terima dari Sang Pencipta. Hati yang penuh syukur itu kemudian membuat kami belajar untuk berempati dengan sesama, yang berbeda ‘nasib’nya dengan kami. Hati yang berempati itu menggerakkan kami untuk datang dan melakukan sesuatu.
Oke, tapi dari mana uangnya? Modal kami yang kedua adalah dengkul. Uang tidak pernah datang begitu saja, tetapi harus dengan bekerja keras. Kami bekerja keras, melakukan apa yang bisa kami lakukan dengan talenta kami, namun kami bekerja keras dengan hati yang penuh syukur dan empati tadi. Dengan dua modal sederhana itu kawan, kami memulai dan menjalankan Dreamhouse ini. Oleh karena itu, salah satu ciri dari Dreamhouse juga adalah menghargai semua pemberian/donasi/dana yang diterima, dan memakainya dengan penuh tanggung jawab, serta tidak untuk mencari keuntungan sendiri. Ini yang membuat di mata anak-anak dampingan Dreamhouse, Dreamhouse bisa terlihat seperti “punya banyak uang”, karena kami dan teman-teman relawan, tidak mencari pamrih materi sama sekali dari pekerjaan ini.
Masih penasaran? Mungkin anda perlu mencoba melakukannya bersama kami, dan Anda bisa melihat sendiri, kalau dua modal sederhana itu sebenarnya adalah modal yang sangat dahsyat. Mari.
::



LSM Rumah Impian
dua modal yang sangat dahsyat. mantap