through Lina’s eyes
Laporan harian Jombor 23 July 2010
Suasana jombor hari ini baik-baik saja. Saya ingin melukiskan beberapa tokoh komunitas Jombor yang sering saya temui . Ada Erwin, Katrok, Fajar, Momon, Mas Galih’s family, Bu Parjiem n Bagas dan tak lupa Double MM (Mbah Min). Mas Galih bilang kalo anak-anak lagi mobile ke tempat lain. Makanya sepi. Tadi saya berinteraksi sebentar dengan Mb Kristin (istri Mas Galih). Dia bilang klo Mbah Min dah ngamuk2 sama keberadaan lemper di Jombor. Terus mb Kris nyerocos kalau mbah min cerewet. Suka marah2 ga jelas. Marah orang tua mba..ungkapnya.
Oh ya Mbah Min ada 2 ya. Yang cewek dan cowok. Mereka adalah sepasang suami istri yang sudah uzur yang menempati warung di perempatan Jombor tsb. Mereka sempat buka burjo tapi entah mengapa sekarang tutup. Terus berdasarkan informasi dri Mb Kristin, mereka sepakat mau buka warung lagi dan keberadaan lemper dirasa mengganggu kontinuitas dari warung burjo Mbah Min. Apalagi rencananya kita mau buat gerobak perpustakaan di situ. Dengan space yang lebih besar pasti perlu speak2 dan bujuk rayu maut guna melelehkan hati mbah Min. Mbah Min sendiri dianggap seperti apa ya? Klo dalam pandangan saya, ibu kos yang cerewet dan bawel kali ya. Kadang dia baik hati bak malaikat tapi kadang cerewetnya marai emosi. Kadang dia mau ngasih makan buat anak2 yang nongkrong di warungnya tapi lain kali dia ngamuk2 begitu melihat anak jombor jamming dengan kincrung di halaman warungnya. Berisik. Begitu gerutunya. Entah kenapa, saya percaya mbah min ini perhatian sama komunitas anak jombor. Saya rasa kalau semua anak jalanan jombor kembali ke jalan yang benar ( baca: tidak di jalan) beliau pasti sedikit kesepian. Yah itu gambaran tentang mbah min.
So selidik punya selidik ternyata mbah min marah2 karena kita belum bayar uang sewa untuk lemari perpustakaan di jombor. Haiah… akhirnya tadi saya dan dyah membayar uang sewa dan kita mendapat hadiah senyum manis baik dari mbah min putri dan putra.
Oh ya perkembangan eno. Si gadis kecil yang so spirited ini sudah berhasil menyebutkan beberapa nama buah ataupun binatang. Sebelumnya dia hanya bisa mengulang apa kita sebutkan dan dalam waktu 5 detik kemudian dia sudah lupa lagi. Eno naksir berat sama Erwin yang naksir berat sama Clara (dulunya) dan sekarang sama Ika. Eno suka cari perhatian sama Erwin. Tadi dia bilang gini:” gendong win” . dan Erwin mengacuhkan karena terpesona melihat Ika. Kesal, Eno menendang Erwin dan minta gendong sama saya. Hahahhhaha.She stole my heart.. saya senang sekali kalau melihat Eno. Dia anaknya bersemangat, ga bisa diam, persuasive dan provokatif.. Dulu Eno saingannya Wulan. Tapi Wulan sekarang hilang entah kemana. Phew.. kendala anak jalanan ini ya…siapa pun kita, tidak akan bisa mengikat mereka untuk tetap ada di satu tempat. They’re opportunist. Begitu ada kesempatan yang lebih menggiurkan ya sudah.. pergilah mereka. Mereka bebas dan anti keterikatan kecuali…terikat dengan kehidupan jalan itu sendiri ya.
Then ada Erwin. Si kumbang ababil dari Jombor. Dianugerahi wajah di atas rata2 anak jalanan, well saya akui Erwin cukup bening di kalangan anak Jombor, tidak membuat Erwin besar kepala. Stay cool. Nama barunya Gais. Dia sedang menjajaki hubungan dengan Fajar dan Momon. Saya tidak tahu apakah Erwin ada orientasi menyimpang. Tapi sepertinya dia hanya bercanda saja. Erwin sangat akrab dengan Fajar dan Momon. Mereka seperti tiga serangkai. Pendekar Jombor pencari cinta sejati (halah). Tiga remaja ababil ini plus Katrok punya scene sendiri untuk ditelaah. Cerita tentang mereka tidak jauh2 dari cinta dan wanita. Saat ini mereka sedang berjuang mendapatkan cinta dari Ika (staff pengajar dari Rumah Impian).
Update news bout Surahman aka Mang aka Jumeneng yang sudah beralih profesi menjadi petugas angkringan di terminal Jombor. Jadi mengapa selama ini Jumeneng tidak kelihatan karena dia sudah bekerja teman (thanx God). Setidaknya dia sudah kembali ke jalan yang benar (baca: tidak di jalan lagi).
Ahay… tadi ada Rombeng. Penampakan Rombeng membuat saya takjub. Dengan cengengesan khasnya dia menyapa dan berlalu untuk mengamen bersama Fajar. Rombeng memiliki kemampuan memperkirakan harga helm. Kalau ada helm dijejerin di hadapannya dia bisa memilih helm mana yang harga jualnya paling tinggi.
Mas geong tidak mutung lagi. Dengan baju kuning buluk yang saya perkirakan sudah dipakai lebih dari 2 minggu dan tidak dicuci dia mendatangi kita dan cengar cengir. Saya tanya …Mas kok sombong banget sekarang? . Tapi mas Geong tidak menjawab. Dia hanya senyam senyum terus dia pergi ngamen lagi. Sampe sekarang saya penasaran apa yang menimpa mas geong.
Gayang sedang pulang ke magelang. Menurut saya dalam jangka waktu dekat dia akan kembali ke jalan lagi. Nanti kalau ada cerita menarik tentang gayang saya bagikan. Gayang anaknya pemalu.
Ada mas galih dan mb Kristin. Mereka menikah dari tahun 2004. Lama ya.. saya takjub juga melihat pasangan ini. Mas galih potensi musiknya luar biasa. Beliau sangat lihai memainkan kincrung dan mengubah lagu Lenka yang trouble is a friend menjadi music dangdut. Mas galih punya band kayaknya. Saya lupa juga. Yang pasti mas galih ga kalah sama si aris idol itu. Tinggal poles sana sini..jadilah dia calon bintang. Terus ada mb Kristin yang sedang hamil tua. Ini anak ketiganya. She is a very tough women I think. Kan dia baru tahu kalau saya suka kerupuk aking (nasi kering yang digoreng itu). Terus tadi dia bilang gini: “mbak saya di rumah ada banyak. Tinggal digoreng aja, mau ga mba? “. Saya jawab: terima jadi saja mbak.. malas saya goreng2nya. Setengah berseloroh, mb kris bicara: “kalo harga minyak ga mahal mau saya gorengin mba.” Ah terharu saya…hikske.
Ada Bagas dan Restu. Dua bersaudara yang giat ngamplop ini juga cukup menguras perhatian. Terutama Bagas yang umurnya sekitar 6 tahun. Dengan usia yang sedini itu, Bagas dan juga Restu sering menghadapi kejadian2 yang seharusnya tidak mereka alami bagi anak2 seusia mereka. Saya merasa dua anak ini rindu kehidupan normal sebagai seorang anak, like I was used to be. Di rumah, sekolah, pulang, makan, merasakan kehangatan keluarga, bermain dan sebagainya. But for them, hidup itu ya bangun, makan, ngamen, hitung uang ngamen, tidur, ngamen lagi.. begitu seterusnya. Makanya saat diajak ke Taman Pintar, dua bersaudara ini sangat antusias. Bahkan mulut kecil Bagas tak henti2nya berucap: “bagus ya kak..bagus ya kak”. Oh God..why life is so unfair to them?
Ada beberapa tokoh lagi tapi belum bisa saya explore.. informasinya masih kurang. Oh ya saya punya tokoh favorit di Jombor. Tapi sudah ga ada lagi. Hikske..menghilang dia karena bawa lari motor orang. Ckckckckck. Oh ya..kapan2 saya akan memberanikan diri untuk mendekatkan diri dengan Mas Gendong. Pasti banyak cerita yang jauh lebih mengejutkan dari beliau. Yah inilah our Jombor figures.. mereka semua orang yang menyenangkan dan menenangkan hati. Hehehe.
a.m



LSM Rumah Impian